Jumat, 18 November 2011



UNSUR UNSUR PENDIDIKAN

 

Rasni Abd. Kader

 

 

Abstark ; system pembelajaran di suluruh bidang ilmu pengetahuan , aspek yang paling pertama itu harus meliputi ‘unsur unsur pendidikan ‘.Dengan adanya unsur pendidikan maka semua proses pembelajaran mulai dari tingkat rendah sampai dengan jenjang tingkat perguruan tinggi akan berjalan dengan sempurna dan bisa membawa suatu wahana  pembekalan baru bagi peserta didik untuk mampu megembangkan potensi nilai dan struktur pendidikan.  pendidikan merupakan suatu wujud pembelajaran bagi kepribadian seseorang untuk menjadi orang yang bermutu dan membawa kemajuan bagi peserta didik agar bisa terkontrol dengan penuh tanggung jawab dengan mengahasilkan kemajuan pendidikan untuk masa depan para peserta didik yang terkendali.tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui tentang unsure – unsure pendidikan.metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil studi pustaka menyipulkan bahwa unsure-unsur pendidikan merupakan pembentukan dari segala aspek untuk proses pembelajaran yang terstruktur demi mengembangkan ilmu pengetahuan yang  memeliki nilai- nilai dan tata cara tersendiri, untuk potensi antara pendidik dengan peserta agar teracapainya kemajuan dan demi melangsunkan cita-cita kehidupan abadi serta penopang ilmu pengetahuan. 

 

Kata kunci ; Unsur unsur pendidikan


A.         PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga “belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instinknya, sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya, begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen.Pandangan klasik tentang pendidikan, pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang. Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang diharapkan. Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa pandidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia. Pendidikan seolah terjerembab dalam ketersesatan lembaga penyelenggara pendidikan yang menggunakan pola pikir linier dan arogansi dalam memetakan masa depan (Harefa, 2000). Pendidikan terutama diorientasikan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam menjalankan tugas professional dan tugas-tugas lain dalam kehidupan. Namun, Seiring gencarnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia pendidikan pun mengalami perkembangan yang pesat. Sebagaimana adanya, perkembangan dalam dunia pendidikan terinspirasi melalui semakin meningkatnya kesadaran eksistensial praktisi dan pemikir pendidikan yakni hakekat diri sebagai manusia.Secara faktual, kegiatan pendidikan merupakan kegiatan antar manusia, oleh manusia dan untuk manusia. Oleh karena itu pembicaraan tentang pendidikan tidak pernah lepas dari unsure manusia. Dari beberapa pendapat tentang pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan pada umumnya sepakat bahwa pendidikan itu diberikan atau diselenggarakan dalam rangka mengembangkan seluruh potensi manusia ke arah yang positif. Syamsul bahri 2008

Pengertian pendidikan menurut ki hajar dewantara:
Pendidikan merupakandaya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempaurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarkat.
Unsur  unsur merupakan bagian suatu  pembentukan proses, dimana proses itu dapat berjalan dalam perkembangan dengan pembelajaran  yang sesuai dengan instruksi yang terkait untuk di kaji dalam sistematikan itu sendiri,serta unsur itupun juga menghasilkan suatu penemuan terkendali dengan program tertentu secara terdepan yang harus di lalui. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui unsure-unsur pendidikan

B.         METODE
Metode yang di gunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi pustaka, dimana penulis mencari sumber – sumber dari warnet untuk di telaah.

C.         HASIL DAN PEMBAHASAN  
Unsur-Unsur Pendidikan
Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:
1.          Subjek yang dibimbing (peserta didik).
2.          Orang yang membimbing (pendidik)
3.          Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
4.          Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
5.          Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
6.          Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)
7.          Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)

1.          Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
o   Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
o   Individu yang sedang berkembang.
o   Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
o   Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.  
2.          Orang yang membimbing (pendidik)
Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
3.          Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.
4.          Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
Tujuan pendidikan adalah unutk mencerdaskan kehidupan bangsa, demi melangsungkan proses pembelajaran sebagai motivasi peserta untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mengembangkan potensi kemandirian agar tercapainya cita-cita kehidupan.
5.          Alat dan Metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.
6.          Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)
Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.


D.         PENDAPAT PENULIS
Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran menuju pembekalan bagi seseorang untuk menunjang masa depan, sebagai wahana pendorong cita-cita untuk menghasilkan potensi pengembanga yang bermutu. Dan mempunyai nilai unsur yang  terkendali untuk  mendapatkan ilmu pengetahuan yang berkualitas.

E.         PENUTUP
Kesimpulan :
Unsur – unsur pendidikan merupakan suatu proses pembentukan yang terkendali untuk mengontrol pendidikan yang sudah terlakasana dan dikembangkan dengan ilmu pengetahuan demi tercapainya suatu wujud cita-cita bagi pendidik dan para pesertanya yang ingin melangsunkan potensi semangat kemampuan serta ketrampilan yang masa akan dating.

Saran :
Saran saya adalah untuk menjadi seorang pendidik  memberikan pembelajaran kepada peserta harus mempunyai motivasi yang bermutu dan potensi pembekalan yang ideal, mempuyai semangat yang menjunjung tinggi nilai – nilai pendidikan  Dan harus di ikuti prosedurnya pemerintah yang telah di terapkan oleh UUD  agar pandidikan tetap terlaksana dengan baik, Supaya bagi pesertanya juga mendapat tuntunan pendidikan yang optimal sebagai bekal hidupnya.

Rujukan

Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Tamalene .2011.Bahan ajar pengantar  pendidikan. FKIP Unkhair. Tidak diterbitkan
 ________, 2011.Unsure – unsure pendidikan (online) http://tentangkomputerkita.blogspot.com/2010/01/unsur-unsur-pendidikan.html  diakses senin 17 oktober 2011.7:25 PM
________, 2011 unsur unsure pendidikan ( online ) http://www.infodiknas.com/pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan-2/ diakses Rabu 19 oktober 2011 6:45 PM
Wawan Junaidi, 2010 .pengertian  pendidikan  (online) http://wawan-satu.blogspot.com/2010/11/pengertian-pendidikan.html diakses selasa 15 november 2011 9:25 PM

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar